Senin, 05 Juli 2010
A Moment Before They Start ..
“Seniooor .. “ MIsaki menepuk bahu Kou.” Apaan sih? Hobi banget nabokin bahuku (==a)” Kata Kou sambil menjauhi Misaki, “Hehehehe, gak pa pa kok, hobi aja”Misaki nyengir kuda,”Udah sanaa, ntar kan kamu jadi musuhku, jangan lupa lho kalo ini bukan mode Tag Team” Kou berjalan menjauhi Misaki dengan muka cemberut, Blue Headgear yang dari tadi dia pegang akhirnya dia pakai,”Yahh, senior ngambek deh .. tapi .. kalo ngambek berarti “Silent Blue” bakal keluar donk” Misaki yang tadi ngomong dengan muka melas berubah ekspresinya.”Disuruh minggir agak jauh malah tambah deket, kamu juga harus serius di turnamen ini, turnamen ini adalah satu – satunya jalan untuk kita maju ke turnamen nasional, kamu adalah “White Thunder”, Player yang dapat menghabisi 100 monster dalam 5 tebasan” Mendengar kata – kata Kou tadi Misaki serasa melayang tinggi ke langit ke-8. Di warnet tempat Kou dan Misaki bermain memang sudah terkenal dengan legenda “Silent Blue” dan “White Thunder”. Julukan Silent Blue diberikan karena Kou adalah player yang mengenakan Blue Set Armor dan dapat men-delete monster tanpa menimbulkan suatu suara apa pun. Sedangkan “White Thunder” diberikan kepada Misaki karena dia adalah player yang mengenakan White Leopard Set Armor .”Dah sana siap – siap, bentar lagi mulai lho” Kou mendorong Misaki menjauh darinya. Akhirnya Misaki pun menjauh dan mengenakan White Leopard Headgear miliknya. Tak jauh dari tempat Kou dan Misaki berdiri, ad seseorang yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua, tapi Kou dan Misaki tidak menyadarinya. Hawa dingin di zona tersebut membuat Kou menggigil, meskipun raganya tidak berada dalam CyberWorld, tetapi dia tetap dapat merasakan apa yang terjadi di dunia nyata, Tak lama kemudian babak penyisihan dimulai, tetapi Kou belum bergerak 1 inci pun. Tanpa ia sadari, salah seorang player menuju kearahnya karena mengira Kou sedang bengong (pada kenyataannya Kou memang sedang bengong), “Hyaaaaa .. !!” Player itu menghunuskan pedang pendeknya kearah Kou, Misaki yang melihat seniornya diserang tanpa perlawanan langsung mengarahkan busur panahnya ke player itu “Syuuuuuuuuu” “Clep .. !” Anak panah Misaki menancap di leher player itu. Tak lama kemudian raga player itu menghilang sedikit demi sedikit, tergantikan oleh partikel – partikel data yang ribuan jumlahnya, dan kemudian hancur berkeping keping, Poin “First Blood” pun diberikan kepada Misaki karena dia adalah player yang pertama men-delete player lainnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar